Saturday, 17 November 2012

Arthur & Molly Weasley

Arthur Weasley

Lahir pada tanggal 6 Februari 1940-an. Menikah dengan Molly Weasley dan memiliki tujuh anak : Bill, Charlie, Percy, Fred, George, Ron, dan Ginny. Arthur adalah anak dari Septimus dan Cedrella Weasley. Cedrella adalah keturunan keluarga Black ("Selalu Berdarah Murni"), tapi menikah dengan Septimus Weasley yang berasal dari keluarga miskin dan dikenal dengan "darah pengkhianat". Sirius yang mengatakan hal ini, bahwa Arthur sebenarnya adalah anak sepupu keduanya.

Arthur Weasley bekerja di Kementerian Sihir di Departemen Penyalahgunaan Barang-Barang Muggle, dan di Buku Keenam ia dipromosikan sebagai kepala Kantor Pendeteksian dan Penyitaan Mantra Pertahanan dan Benda Perlindungan Palsu. Arthur sangat terobsesi dengan kebiasaan dan penemuan Muggle, dan ambisi terbesarnya adalah mengetahui bagaimana caranya pesawat terbang bisa tetap di angkasa. Kesukaannya adalah mengumpulkan barang-barang muggle seperti baterai dan saklar.

Dalam Harry Potter dan Orde Phoenix, Arthur adalah anggota Orde Phoenix dan diserang oleh Nagini si ular yang dikontrol oleh Voldermort. Harry yang pikirannya terhubung dengan Voldermort, melihat kejadian ini sebagai sebuah mimpi dan langsung menceritakannya pada Dumbledore sehingga Arthur dapat diselamatkan dan dibawa ke St. Mungo, Rumah Sakit untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir.

Di Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, ia dipromosikan sebagai Kepala Departemen Pendeteksian dan Penyitaan Barang Perlindungan Palsu. Kemudian, pada Harry Potter dan Relikui Kematian, ia terlibat dalam mengawal Harry meninggalkan Privet Drive. Ketika Kementerian Sihir jatuh ke tangan Pelahap Maut, ia dan keluarganya akhirnya harus bersembunyi (karena statusnya sebagai darah-pengkhianat). Di akhir cerita, ia bertempur dalam Pertempuran Hogwarts dan pada babak terakhir, ia dan Percy berhasil mengalahkan Pius Thicknesse.













Molly Weasley

Molly Weasley, (nama gadisnya Prewett) Lahir pada tanggal 30 Oktober 1950, seorang ibu rumah tangga, istri dari Arthur Weasley dan ibu dari Bill, Charlie, Percy, Fred, George, Ron dan Ginny. Molly yang juga anggota Orde Phoenix, adalah keponakan Ignatius Prewett (yang menikah dengan Lucretia Black). Pada masanya di Hogwarts, ia masuk asrama Gryffindor.

Molly menganggap Harry dan Hermione sebagai bagian dari keluarga Weasley. Harry terutama, diperlakukan dengan over-protektif karena dirinya yatim piatu dan tinggal dengan keluarga yang tidak memperlakukannya dengan baik. Ketika Molly membaca tulisan Rita Skeeter tentang cinta segitiga Harry, Hermione dan Krum, ia memperlakukan Hermione dengan dingin dan tidak ramah (mengiriminya telur paskah yang lebih kecil dibanding Harry maupun Ron) sampai Harry menjelaskan bahwa cerita tersebut hanyalah bohong belaka. Setelah itu Molly kembali memperlakukan Hermione seperti semula. Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix, Molly membela Harry dan menyatakan bahwa ia sudah seperti anaknya sendiri.

Molly berusaha menjaga agar rumahnya teratur, sebuah tugas yang sulit dengan adanya Fred dan George. Molly sendiri sebenarnya tidak begitu taat pada peraturan, setidaknya ketika di Hogwarts, ia dan Arthur sering melanggar jam malam. Molly juga mengajar ketujuh anak-anaknya di rumah sebelum mereka masuk Hogwarts, tampaknya ini adalah sebuah alternatif selain menyekolahkan anak-anak penyihir di sekolah Muggle.

Ketakutan terbesarnya adalah kematian anggota keluarga atau orang-orang yang dicintainya. Hal ini sangat wajar, karena saudaranya, Gideon dan Fabian Prewett, mati terbunuh. Itu sebabnya Molly benar-benar mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Setelah terjadi teror di Piala Dunia Quidditch, Molly benar-benar takut bahwa kata terakhir yang diucapkan pada Fred dan George adalah bahwa nilai OWL mereka tidak cukup tinggi. Dan dialah satu-satunya anggota keluarga Weasley yang menangisi kepergian Percy dari rumah.

Molly tidak setuju pada Sirius Black dan Mundungus Fletcher. Sirius karena Molly menganggap Sirius bertintak terburu-buru dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Mundungus karena dia seharusnya yang menjaga Harry ketika Harry diserang Dementor (dan nyaris membuatnya dikeluarkan dari sekolah) dan karena Mundungus membawa kuali curian ke Markas Orde Phoenix. Sirius juga tidak setuju pada Molly, yang dianggapnya berlebihan dalam melindungi Harry dan memperlakukannya seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa. Namun baik Sirius dan Molly tampaknya berusaha meredam ketidaksetujuan mereka masing-masing, dan Molly tetap membantu Sirius untuk bersih-bersih dan memasak di Grimmauld Place.

Pada Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Molly bertemu calon menantunya, Fleur Delacour, yang bertunangan dengan Bill. Ia semerta-merta tidak menyukai Fleur, seperti halnya Ginny dan Hermione, biarpun Molly enggan mengakuinya. Ia tidak habis pikir bagaimana Bill dan Fleur bisa saling mencintai, sementara karakter mereka begitu berbeda (dan juga kebangsaan). Molly menganggap pernikahan mereka terlalu terburu-buru, karena keadaan yang serba-tidak-pasti akibat teror Voldermort dan Pelahap Mautnya. Biarpun sebenarnya dia dan Arthur juga menikah di usia muda dan dalam waktu yang berbahaya pula. Ginny bahkan menyangka Molly mencoba menjodohkan Bill dengan Tonks dengan cara sering mengundang Tonks untuk makan malam, padahal sebenarnya Molly memberi nasihat pada Tonks mengenai masalah hubungan Tonks dengan Lupin. Molly akhirnya dapat menerima Fleur setelah Bill digigit oleh Fenrir Greyback dalam Serangan di Hogwarts. Molly mengira setelah Bill digigit (dan ada kemungkinan menjadi atau memiliki sifat manusia serigala) Fleur tidak akan mau menikahinya. Tapi Fleur mengejutkan Molly (dan semua orang) bahwa ia akan tetap mencintai Bill, dan demikian pula sebaliknya, dan bahwa luka-luka yang membekas pada Bill justru membuatnya bangga karena menandakan Bill adalah orang yang pemberani. Molly sangat menghargai pendapat Fleur ini dan akhirnya merestui hubungan mereka.

Molly adalah orang yang berhasil mengalahkan dan membunuh Bellatrix Lestrange pada pertempuran Hogwarts dikarenakan Bellatrix mencoba membunuh anak perempuan satu-satunya yaitu Ginny Weasley pada buku ke tujuh Harry Potter. Ia menantang Bellatrix dengan sebuah umpatan "Not my daughter, you bitch!" Kutukan Molly menghantam Bellatrix tepat di dadanya, meledak menjadi debu setelah terkena kutukan Molly.









Katie Bell

Katie Bell (lahir sekitar tahun 1979) adalah salah satu Chaser tim Quidditch Gryffindor.

Dalam Harry Potter dan Orde Phoenix Katie bergabung dengan Laskar Dumbledore.

Di Harry Potter adan Pangeran Berdarah Campuran, Katie adalah satu-satunya anggota
orisinal tim Quidditch Gryffindor saat Harry pertama kali bergabung waktu kelas satu, di bawah kepemimpinan Oliver Wood. Ia menasehati Harry untuk tidak mengistimewakannya, karena banyak tim-tim bagus yang hancur karena kapten mereka tetap saja memasang muka-muka lama atau teman-teman mereka. Namun di saat uji coba, Katie membuktikan kepiawaiannya dan segera saja terpilih kembali sebagai Chaser bersama dengan Ginny Weasley dan Demelza Robins.

Draco Malfoy menggunakan Katie untuk membawa kalung yang sudah dikutuk kepada Albus Dumbledore. Madam Rosmerta dibawah Kutukan Imperius Draco, memberikan kalung itu pada Katie di Hogsmeade. Katie secara tidak sengaja menyentuh kalung tersebut lewat lubang kecil di sarung tangannya. Katie harus dirawat selama beberapa waktu di St.Mungo, Rumah Sakit untuk Penyakit dan Luka-luka Sihir. Namun dia kembali sehat seperti sediakala dan tampil dalam Final Piala Quidditch Antar-Asrama melawan Ravenclaw dan membawa Gryffindor juara. Pada Harry Potter dan Relikui Kematian, ia kembali ke Hogwarts untuk bertempur dalam Pertempuran Hogwarts bersama anggota-anggota Laskar Dumbledore lainnya. Ia selamat dalam pertempuran.

Dean Thomas

Dean Thomas adalah teman sekamar Harry, sahabat Seamus Finnigan yang terkenal pandai menggambar dan memalsukan tanda tangan.

Dean berasal dari keluarga Muggle, terbukti dari tim sepak bola favoritnya adalah West Ham United. Rowling mengungkapkan dalam websitenya bahwa Dean dibesarkan oleh ibunya dan ayah tirinya, karena ayah kandungnya telah meninggalkan keluarga tersebut ketika ia masih kecil. Dean dibesarkan bersama sejumlah saudara tiri. Ketika Dean mendapat surat bahwa ia diterima di Hogwarts, ibunya mengira-ngira bahwa ayahnya adalah seorang penyihir. Kenyataannya adalah, yang tidak pernah mereka ketahui, bahwa ayah Dean dibunuh oleh Pelahap Maut ketika ia menolak untuk bergabung dengan mereka. Rowling menuliskan cerita dimana Dean seharusnya mengetahui tentang hal ini dalam draf pertama Chamber of Secrets. Namun tidak jadi dimasukkan dalam cerita karena Rowling lebih menitikberatkan kisah tentang Neville Longbottom, yang notabene lebih penting untuk plot utama.

Tidak seperti Seamus, Dean mempercayai Harry bahwa Voldemort telah kembali dan menjadi anggota Laskar Dumbledore pada tahun kelima. Di akhir tahun ajaran, dia mulai berkencan dengan Ginny Weasley sampai menjelang akhir tahun keenam. Menurut Hermione Granger, hubungan mereka sudah tidak mulus selama beberapa waktu tapi pemicu putusnya hubungan mereka kemungkinan sebagai akibat dari ramuan keberuntungan Felix Felicis yang diminum Harry, yang mulai menyukai Ginny di awal Half-Blood Prince. Pada tahun ini Dean juga menjadi Chaser menggantikan Katie Bell yang dirawat di St. Mungo karena insiden kalung kutukan yang yang diberikan oleh Draco Malfoy. Ia juga kembali bermain di posisi yang sama ketika pertandingan terakhir melawan Ravenclaw untuk menggantikan Ginny yang digeser menjad seeker karena Harry tidak dapat bermain akibat detensi Snape.

Pada episode ketujuh (Relikui Kematian). Dean memutuskan tidak melanjutkan pendidikannya di Hogwarts akibat situasi keamanan yang semakin memburuk sejak bangkitnya Lord Voldemort (terutama kebijakan "pendaftaran" keturunan Muggle, Ia sendiri dicurigai sebagai kelahiran muggle). Harry Potter dan kawan-kawannya bertemu Dean saat berburu Horcrux. Saat itu Dean sedang bersama Ted Tonks, Dirk Creswell, Griphook, dan Gornuk. Namun, para pelarian ini diserang oleh Snatchers (Pencopet). Dean dan Griphook ditangkap dan dibawa ke Malfoy's Manor, sementara tiga sisanya terbunuh. Ia lalu dibebaskan oleh Harry dan dibawa ke Shell's Cottage. Kemudian ia kembali ke Hogwarts dan bertempur untuk mempertahankan Hogwarts dari Pelahap Maut.





Parvati & Padma Patil

Parvati Patil

Ia adalah gadis manis berambut panjang yang satu angkatan dengan Harry. Ia memiliki saudara kembar, Padma Patil yang menempati Asrama Ravenclaw. Di Gryffindor ia berbagi kamar dengan Hermione Granger dan Lavender Brown, sahabat karibnya. Pelajaran favoritnya adalah Ramalan, dan Pemeliharaan Satwa Gaib yang diajar oleh Profesor Grubbly-Plank.
Sejak mengikuti pelajaran Ramalan pada tahun ketiga, ia dan Lavender seringkali menyambangi Profesor Trelawney di kantornya ketika jam-jam bebas, dan kembali dengan kesan berpuas-diri, seolah mereka mengetahui sesuatu yang tidak diketahui anak-anak lain. Dan sejak Trelawney meramalkan kematian Harry, Lavender dan Parvati selalu merendahkan suaranya ketika berbicara dengan Harry (yang membuat Harry kesal karena mereka beranggapan seakan-akan Harry benar-benar akan mati).

Parvati menjadi pasangan Harry di Pesta Dansa Natal dalam Harry Potter and the Goblet of Fire. Dean menggerutu tentang bagaimana Harry dan Ron bisa mengajak 2 orang gadis tercantik di angkatan mereka ke pesta tersebut. Parvati mengenakan jubah pesta berwarna shocking pink, rambut panjangnya yang hitam dikepang dan dililit pita emas, dan gelang emas berkilau-kilau di pergelangan tangannya. Tetapi di pesta tersebut, setelah berdansa dengan Harry untuk pembukaan, dia segera diajak dansa oleh seorang anak dari Beauxbatons karena Harry sama sekali tidak menunjukkan antusiasme untuk berdansa. Dan ketika kunjungan Hogsmeade berikutnya, ia pergi dengan pemuda dari Beauxbatons tersebut.

Pada tahun kelima, Parvati dan kembarannya bergabung dengan Laskar Dumbledore.














Padma Patil

Padma Patil Ia adalah gadis manis berambut panjang yang satu angkatan dengan Harry. Ia memiliki saudara kembar, Parvati Patil yang menempati Asrama Gryffindor. Secara kepribadian, ia tergolong lebih pendiam dan lebih serius jika dibandingkan kembarannya tersebut (yang menyebabkan ia ditempatkan di asrama yang berbeda). Padma pergi ke Pesta Dansa Natal bersama Ron Weasley atas ajakan Parvati. Padma kurang antusias terhadap Ron sampai ia di ajak berdansa oleh siswa laki-laki Beauxbatons. Padma menjadi prefek pada tahun ke limanya di Hogwarts (dengan Anthony Goldstein). Padma bergabung dalam Laskar Dumbledore yang dibentuk Harry.







Seamus Finnigan

Seamus Finnigan satu angkatan dengan Harry dan berbagi kamar dengan Harry, Ron, Neville Longbottom dan Dean Thomas. Dean adalah sahabat karibnya. Ia merupakan seorang Irlandia.

Ibu Seamus adalah penyihir, dan ayahnya Muggle. Ayah Seamus tidak mengetahui bahwa istrinya penyihir sampai mereka menikah.

Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, kita mengetahui bahwa ketakutan terbesar Seamus adalah Banshee, hantu wanita yang menampakkan diri atau melolong menandakan adanya kematian dalam keluarga.

Di Harry Potter and the Goblet of Fire, Seamus dan keluarganya menonton Final Piala Quidditch dan mendukung kesebelasan Irlandia, karena ia memang berdarah Irlandia. Saat Pesta Dansa Natal, ia pergi bersama Lavender Brown.

Karena pengaruh ibunya dan Daily Prophet, Seamus tidak mempercayai Harry pada tahun kelima mereka, yang menyebabkan banyak ketegangan dalam asrama, pelajaran, maupun di ruang rekreasi. Tetapi ia akhirnya berubah pikiran setelah membaca wawancara Harry dengan The Quibbler dan diajak oleh Dean Thomas ke pertemuan Laskar Dumbledore pertamanya (dan terakhir).

Di akhir buku Harry Potter and the Half-Blood Prince ia bertengkar dengan ibunya, yang ingin membawanya pulang setelah kematian Dumbledore – akhirnya ibunya setuju ia tinggal sampai pemakaman Dumbledore. Hal ini mengindikasikan bahwa Seamus sebenarnya sangat menghormati Dumbledore – lebih dari yang ia perlihatkan di awal Harry Potter and the Order of the Phoenix.

Ia kembali muncul di akhir Harry Potter dan Relikui Kematian bersama anggota-anggota LD lainnya di kamar kebutuhan. Ia bertempur dalam Pertempuran Hogwarts. Ketika pertempuran berlangsung, ia bersama Luna Lovegood dan Ernie Macmillan melindungi Harry, Ron, dan Hermione dari serangan Dementor dengan meluncurkan patronusnya masing-masing. Patronusnya berbentuk rubah. Pada akhir perang, Harry menggunakan Mantra Pelindung untuk melindunginya dan Hannah Abbott dari kutukan Voldemort sehingga mereka bisa masuk dan bertempur di Aula Besar Hogwarts. Ia selamat dalam pertempuran dan di adegan akhir terlihat duduk bersama Dean Thomas dan Aberforth Dumbledore di akhir pertempuran.


Lavender Brown

Lavender Brown (lahir sekitar tahun 1979 dan meninggal 2 Mei 1998).

Lavender adalah teman dekat Parvati Patil. Mereka berdua sama-sama menyukai pelajaran Ramalan (dan sangat memuja Profesor Trelawney) dan Pemeliharaan Satwa Gaib yang diajar oleh Profesor Grubbly-Plank. Lavender berbagi kamar dalam Asrama Gryffindor bersama Hermione Granger dan Parvati Patil.

Ia dimunculkan sejak Harry Potter dan Batu Bertuah dan ia merupakan anak pertama yang masuk asrama Gryffindor pada Upacara Seleksi. Pada buku pertama dan kedua, ia tidak terlalu banyak berperan. Di Harry Potter dan Tawanan Azkaban, Binky, kelinci peliharaannya mati dimakan serigala. Trelawney mengatakan bahwa yang paling ditakutinya akan terjadi pada tanggal 16 Oktober, dan Lavender mengetahui kematian Binky pada tanggal tersebut. Namun Hermione menganggap hal tersebut omong kosong semata. Hermione berkata bahwa Lavender baru tahu kematian Binky pada tanggal 16 Oktober, sementara Binky mati bukan pada hari itu; ditambah fakta bahwa tidak mungkin Lavender sudah takut Binky mati, karena kabar itu merupakan kejutan baginya.

Lavender menghadiri Pesta Dansa Natal dalam Harry Potter dan Piala Api bersama dengan Seamus Finnigan. Dan di Harry Potter dan Orde Phoenix. Ketika Kementerian Sihir berkampanye melawan Harry, pada mulanya Lavender percaya. Namun dia kemudian bergabung dengan Laskar Dumbledore, setelah diyakinkan oleh beberapa teman satu asramanya, terutama Dean Thomas.

Dalam Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Lavender tertarik pada Ron Weasley, yang ia panggil dengan nama "Won-Won" ketika mereka mulai berkencan (Sebenarnya, Trelawney sudah memperingatkan sahabat Lavender, Parvati, untuk "berhati-hati dengan pria berambut merah" di saat mereka kelas 3). Hermione menjadi sangat cemburu pada Lavender, meski pada awalnya Hermione dan Ron tidak saling bicara setelah Ron jadian dengan Lavender. Namun akhirnya Lavender memutuskan Ron karena ia melihat Ron dan Hermione keluar berbarengan dari kamar anak laki-laki (sebenarnya bersama Harry,namun saat itu Harry mengenakan Jubah Gaib). Ron malah senang ketika Lavender memutuskannya karena Lavender selalu mengikutinya kemana-mana dan sedikit posesif (memberi hadiah Natal berupa kalung bertuliskan "my sweetheart" untuk Ron). Sementara Lavender menunjukkan kesedihannya ketika putus dengan Ron, dan tangisnya meledak ketika dalam pelajaran Mantra, Ron menepiskan salju palsu dari bahu Hermione. diceritakan ia tewas di tangan Greyback.


Neville Longbottom

Neville Longbottom

Neville Longbottom (lahir pada tanggal 30 Juli 1980)
Neville adalah murid Hogwarts yang ditempatkan di Asrama Gryffindor, dan memiliki ingatan yang parah sekali dan merupakan murid tersial, terutama pada 3 episode awal. Ia sering lupa tangga mana yang tidak boleh diinjak, lupa membawa sesuatu dari rumah, lupa kata kunci masuk ke Asrama dan sebagainya. Hal ini kemungkinan disebabkan karena ia tinggal bersama neneknya yang galak. Neville berbagi kamar tidur dengan Harry Potter, Ron Weasley, Seamus Finnigan dan Dean Thomas.

Pelajaran yang paling dikuasai Neville adalah Herbologi, dan yang paling buruk adalah Ramuan (ketakutannya pada Snape membuat pelajaran ini seratus kali lebih buruk). Neville memiliki seekor katak peliharaan bernama Trevor, yang merupakan hadiah dari kakek buyutnya, Algie, karena ia berhasil diterima di Hogwarts (karena ingatannya yang parah, ia hampir dikatakan sebagai Squib - orang yang lahir dari keluarga sihir tapi tidak punya kemampuan sihir).

Neville sebenarnya bisa jadi adalah anak yang dimaksud dalam Ramalan yang dibuat Sybill Trelawney, namun Voldemort ternyata menandai Harry sebagai tandingannya.Keluarga Longbottom adalah salah satu dari sedikit keluarga penyihir berdarah-murni yang masih ada. Orang tua Neville adalah Frank dan Alice Longbottom. Mereka berdua Auror dan anggota awal dari Orde Phoenix. Mereka disiksa oleh Pelahap Maut, terutama Barty Crouch Jr. dan Bellatrix Lestrange, dengan Kutukan Cruciatus, satu dari Tiga Kutukan-Tak-Termaafkan sampai mereka kehilangan ingatan dan dirawat di bangsal tertutup Rumah Sakit St Mungo untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir. Nenek Neville, Augusta, merawat Neville Sejak kecil.