Saturday, 17 November 2012

Harry Potter

Harry Potter

Harry James Potter (lahir 31 Juli 1980)

Harry Potter adalah penyihir berdarah-campuran, ibunya Lily Evans adalah kelahiran muggle dan ayahnya James Potter adalah penyihir berdarah-murni, kedua orang tuanya telah meninggal karena dibunuh oleh Lord Voldemort ketika Harry masih bayi. Voldemort sendiri berusaha membunuh Harry, namun kutukannya berbalik mengenainya dan membuatnya hancur menjadi semacam "roh" dalam keadaan setengah hidup. Hal ini meninggalkan bekas luka berbentuk sambaran petir di dahinya. Karena kejadian inilah, ia kerap dijuluki "The Boy Who Lived", yang dibahasa Indonesiakan sebagai Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup (sesuatu yang tidak terlalu ia sukai, serupa dengan sifatnya yang rendah hati). Sejak saat kejadian itu, ia tinggal bersama Keluarga Dursley, yang tidak lain adalah keluarga kakak ibunya, Petunia Evans, suaminya Vernon Dursley dan Anaknya yang bernama Dudley Dursley.
Tahun pertama

Malam ulang tahun Harry yang ke-11 menjadi malam yang tak terlupakan. Malam itulah Harry mengetahui bahwa ia adalah seorang penyihir melalui surat dari Hogwarts yang dibawakan oleh Rubeus Hagrid, pengawas binatang liar Sekolah Sihir Hogwarts. Sebelumnya surat-surat dari Hogwarts selalu disembunyikan oleh Paman Vernon dan Bibi Petunia agar Harry tidak mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.

Ketika membeli beragam keperluan sekolahnya di Diagon Alley, Harry mendapat hadiah ulang tahun dari Hagrid, seekor burung hantu dengan bulu seputih salju dan diberi nama Hedwig. Harry kemudian membeli tongkat sihir di toko milik Ollivander dan mengambil uang peninggalan kedua orangtuanya di Bank Sihir, Gringotts. Di Gringotts pula Hagrid mengambil suatu barang yang diperintahkan oleh Albus Dumbledore, Kepala Sekolah Hogwarts.

Tiba saat keberangkatan Harry ke Hogwarts. Ia pergi ke stasiun King's Cross dan mencari peron 9 3/4. Tetapi ia tidak dapat menemukannya. Kemudian Harry mendengar kata muggle diucapkan oleh seorang wanita. Muggle adalah istilah untuk orang yang tidak mempunyai kemampuan sihir. Wanita tersebut adalah Molly Weasley, ibu dari Weasley bersaudara; Percy Weasley, si kembar Fred Weasley dan George Weasley, Ron Weasley (yang kemudian menjadi sahabatnya), dan Ginny Weasley. Ada dua Weasley lagi, yaitu anak tertua Bill Weasley dan seeker legendaris Gryffindor, Charlie Weasley. Keduanya sudah lulus dari Hogwarts. Dengan bantuan dari keluarga Weasley, Harry dapat menemukan peron 9 3/4 dan naik Hogwarts Express.

Pada tahun pertama Harry di Hogwarts, ia ditempatkan di Asrama Gryffindor oleh Topi Seleksi. Selain Ron, Harry juga bertemu seorang sahabat lagi, yaitu si pintar Hermione Granger. Tetapi Hermione adalah kelahiran muggle yang memiliki kemampuan sihir. Musuh abadinya juga ditemuinya, Draco Malfoy dan dua kroninya, Vincent Crabbe serta Gregory Goyle. Harry juga terpilih menjadi Seeker untuk tim Quidditch Gryffindor dan menjadi seeker termuda abad ini. Harry mendapat hadiah sapu Nimbus 2000 dari Profesor Minerva McGonagall, Kepala Asrama Gryffindor dan guru Transfigurasi. Profesor McGonagall pula yang memilih Harry menjadi seeker saat tak sengaja melihat kemampuan terbang Harry menyelamatkan remembrall milik Neville Longbottom dalam pelajaran terbang pertama bersama Madam Hooch.

Hagrid kemudian juga menjadi teman Harry. Ketika menjalani detensi di Hutan Terlarang, Harry bertemu dengan Firenze, Centaurus yang kemudian menjadi temannya.

Setelah gagal dibunuh oleh Lord Voldemort ketika berusia satu tahun, tahun ini Harry kembali bertemu dengan Lord Voldemort, tetapi tidak secara langsung. Lord Voldemort menumpang dalam tubuh Profesor Quirrell (guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam), karena tidak memiliki wujud. Tujuan Lord Voldemort adalah mencuri Batu Bertuah yang disembunyikan Profesor Dumbledore di Hogwarts, hasil kerja samanya dengan seorang alkemis, Nicolas Flamel. Batu Bertuah dapat menghasilkan eliksir kehidupan yang dapat memperpanjang kehidupan. Sebelumnya Lord Voldemort hanya meminum darah unicorn untuk mempertahankan hidupnya. Profesor Dumbledore merancang serangkaian trik untuk menyembunyikan Batu Bertuah, dibantu oleh Profesor Severus Snape (Kepala Asrama Slytherin dan guru Ramuan), Profesor Pomona Sprout (Kepala Asrama Hufflepuff dan guru Herbologi), Profesor Filius Flitwick (Kepala Asrama Ravenclaw serta guru Jimat dan Guna-guna), Profesor McGonagall, dan Hagrid.

Sebelumnya, Harry, Ron dan Hermione sempat mencurigai Profesor Snape karena melihat luka di kakinya ketika trio itu menangkap troll. Luka di kaki Profesor Snape adalah hasil cakaran Fluffy, anjing raksasa berkepala tiga yang menjaga pintu menuju tempat persembunyian Batu Bertuah. Fluffy adalah milik Hagrid. Dari Hagrid pula trio cilik itu mengetahui cara menidurkan Fluffy, yaitu dengan memainkan musik.

Harry, Ron, dan Hermione berhasil melewati rangkaian trik tersebut. Ron berhasil memenangkan permainan catur sihir dan Hermione berhasil memecahkan teka-teki ramuan. Di akhir cerita, Lord Voldemort tidak mendapatkan Batu Bertuah, karena Profesor Dumbledore menyembunyikannya di dalam Cermin Tarsah dan didapatkan oleh Harry. Dan tubuh Profesor Quirrell hancur setelah disentuh Harry karena tidak tahan dengan kekuatan cinta yang ada di tubuh Harry.

Petualangan Harry berlanjut di buku kedua, Harry Potter dan Kamar Rahasia. Ia harus menghadapi Tom Marvolo Riddle, "memori" Lord Voldemort, yang merasuki adik Ron, Ginny Weasley. Kasus ini diawali oleh serangan-serangan terhadap siswa-siswi Hogwarts keturunan muggle, di mana korban-korbannya membatu. Ia disangka berada di balik serangan tersebut. Bahkan, ia mulai meragukan kelayakannya masuk asrama Gryffindor, di mana ia mengetahui bahwa ia berbagi kemampuan yang sama dengan musuhnya, Voldemort, yaitu berbicara bahasa ular (parseltongue). Di klimaks cerita, Ginny menghilang. Untuk menyelamatkannya, ia masuk kamar rahasia dan bertempur melawan Riddle dam monsternya, Basilisk, yang menyerang siswa-siswi Hogwarts. Harry berhasil mengalahkan basilisk dengan pedang Gryffindor yang diambilnya dari Topi Seleksi yang dijatuhkan burung phoenix Dumbledore, Fawkes. Akhirnya, ia memahami bahwa ia memang layak untuk masuk Gryffindor dengan keberanian yang ditunjukkannya tersebut. Kemudian, di buku ketiga, Harry Potter dan Tawanan Azkaban, ia mulai mengetahui sedikit masa lalunya. Orangtuanya dikhianati dan diserahkan kepada Voldemort oleh Peter Pettigrew, teman mereka, yang menyalahkan Sirius Black, bapak angkat Harry dan membuatnya dipenjara di Azkaban. Ketika Sirius kabur untuk balas dendam. Harry dan Hermione menggunakan Pembalik-Waktu untuk menyelamatkan Sirius dan hippogriff Hagrid, Buckbeak. Namun, Pettigrew berhasil kabur dan Sirius tetap menjadi buronan, namun ia juga berhasil melarikan diri. Di masa ini, ia berhasil membuat patronus rusa jantan.

Memasuki tahun keempat (Piala Api). Harry yang mulai beranjak remaja mulai menaksir perempuan,yaitu Cho Chang, seorang siswi Ravenclaw. Tensi meningkat ketika Harry secara misterius terpilih sebagai juara keempat Turnamen Triwizard bersama Cedric Diggory (mewakili Hogwarts), yang terbukti adalah jebakan Voldemort. Cedric dibunuh dan Voldemort bangkit kembali. Dalam sebuah duel, Harry berhasil memaksa tongkat musuhnya itu untuk memuntahkan semacam "gaung" korban-korbannya dengan efek mantra balik (Priori Incantatem), dan ia berhasil lolos.

Pada Harry Potter dan Orde Phoenix, tahun kelima. Kementerian Sihir, yang tidak percaya akan kembalinya Voldemort, menyebarkan kampanye negatif terhadap Harry dan Albus Dumbledore, yang dianggap sebagai "pembohong". Implikasinya antara lain penempatan seorang pejabat Kementerian, Dolores Umbridge, sebagai Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, yang hanya mau mengajarkan teori saja, karena Kementerian takut Dumbledore akan "membangun tentara" untuk menggulingkan Menteri Sihir Cornelius Fudge. Umbridge akhirnya berhasil mengontrol sekolah dengan memecat Dumbledore sebagai kepala sekolah. Masa-masa ini merupakan masa sulit bagi Harry. Untuk melawan teror tersebut, atas saran Hermione, ia membentuk organisasi pertahanan Laskar Dumbledore untuk mengajar Pertahanan terhadap Ilmu Hitam yang sebenarnya dan ia menjabat sebagai pimpinan tertingginya. Namun, kelompok ini dikhianati salah satu anggotanya, Marietta Edgecombe. Kemudian, di akhir cerita, ia kembali merasakan kehilangan besar. Ketika bertempur di Departemen Misteri, walinya, Sirius Black terbunuh oleh sepupunya Bellatrix Lestrange. Namun Harry berhasil menggagalkan rencana Voldemort untuk mencuri ramalan mengenai mereka berdua.

JK Rowling berkata ia membuat tahun kelima sebagai masa tersulit bagi Harry untuk menunjukkan sisi emosional dan kemanusiaan Harry, untuk membedakannya dari musuhnya, Voldemort yang sudah tidak memiliki rasa kemanusiaan lagi di hatinya. Ia menambahkan bahwa Harry hampir mencapai titik kritis dalam hidupnya, kehilangan orang yang dicintai (Sirius Black), dan ia tidak ingin menjadi pahlawan lagi.

Memasuki tahun keenam (Pangeran Berdarah Campuran). Harry mulai menunjukkan kedewasaan dengan membangun hubungan dengan Ginny Weasley setelah putus dengan Cho Chang akibat beban misi yang ditanggungnya, dan salah satu poin penting di akhir cerita bahwa ia memutuskan hubungan mereka untuk sementara, agar Ginny terlindungi dari Voldemort.

Horace Slughorn menggantikan Snape sebagai guru ramuan, sementara Snape mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Pada titik ini, ia menemukan sebuah buku ramuan tua milik seseorang bernama "Pangeran Berdarah Campuran", yang dipenuhi bayak revisi, petunjuk lain, mantra baru, yang mendadak membuatnya sangat pintar dalam pelajaran Ramuan, mengalahkan Hermione, yang percaya bahwa itu adalah kecurangan. Dengan pertemuan pribadi dengan Dumbledore, Harry mendapat petunjuk tentang masa lalu Voldemort, dan Horcrux, benda sihir jahat yang menyimpan potongan jiwa seseorang, sehingga orang yang membuatnya tidak bisa mati. Dua diantaranya telah dimusnahkan - Buku Harian Riddle dan Cincin Gaunt; ia dan Dumbledore berhasil menemukan lokasi 1 Horcrux lain, yang ternyata palsu. Di akhir cerita. Pelahap Maut menyerang Hogwarts dan Snape membunuh Dumbledore. Setelah itu ia mengaku kepada Harry bahwa ialah "Pangeran Berdarah Campuran" itu.

Buku keenam juga menceritakan aktivitas misterius rival Harry, Draco Malfoy, yang telah menjadi Pelahap Maut dan dipaksa Voldemort untuk membunuh Dumbledore, meski ia sendiri ragu-ragu untuk melakukannya. Harry menyelidikinya dan memergokinya di kamar mandi perempuan tempat tinggal Myrtle Merana, dan berduel dengan Malfoy. Harry kemudian menggunakan mantra pangeran berdarah Campuran - Sectumsempra, yang menyebabkan Malfoy terluka parah. Harry mulai merasa kasihan terhadap Malfoy, yang melakukannya karena ancaman kematiannya dan orangtuanya oleh Voldemort.
Buku terakhir

Di buku ketujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian, Harry, Ron, dan Hermione mulai bertualang berpacu dengan waktu untuk menghancurkan semua Horcrux Voldemort. Ini merupakan ujian keberanian yang paling berat bagi Harry dan kawan-kawannya. Voldemort telah menguasai Kementerian Sihir dan membentuk pemerintahan boneka yang totaliter dan polisional. Kontrol Voldemort menyebabkan Kementerian mengeluarkan kebijakan diskriminatif dan genosidal terhadap penyihir kelahiran muggle. Harry dan kawan-kawannya akhirnya berani menggunakan 2 dari 3 kutukan tak termaafkan, Cruciatus (siksaan) dan Imperius (pengendalian pikiran). Namun, mereka menggunakannya untuk mempertahankan diri dan dunia sihir dari musuh yang kejam dan haus darah. Perjuangan menghancurkan Horcrux tidaklah mudah - harus dengan benda-benda yang sangat destruktif seperti taring basilisk yang digunakan untuk memusnahkan buku harian (oleh Harry) dan Piala Hufflepuff (oleh Hermione), Pedang Godric Gryffindor, yang digunakan untuk menghancurkan cincin pada buku sebelumnya (oleh Dumbledore), kalung Slytherin (oleh Ron), dan Nagini (oleh Neville), Cara lainnya adalah dengan api kutukan - Fiendfyre, yang digunakan Crabbe untuk memusnahkan mahkota Ravenclaw secara tidak sengaja.

Pada masa ini, Harry juga mempelajari bahwa ia memiliki kelemahan besar yang membuatnya mudah diprediksi musuhnya, berpikir hanya pada satu sudut pandang tanpa mempertimbangkan sisi lainnya. Ia menyadari itu setelah melihat memori Snape pada klimaks cerita, yang mengungkapkan bahwa Snape sebenarnya setia kepada kebenaran karena mencintai ibunya, Lily Evans. Dan, Snape membunuh Dumbledore atas rencana Dumbledore sendiri (dan bukan karena perintah Voldemort). Dumbledore terkena kutukan yang melemahkan saat memusnahkan cincin sehingga hidupnya tinggal setahun lagi (dalam hal ini ia memang akan meninggal, dengan atau tanpa bantuan Snape). Dumbledore ingin melindungi posisi Snape dalam jajaran Pelahap Maut dan membebaskan Draco dari beban tugasnya itu.

Ia juga menyadari bahwa dirinya adalah Horcrux ketujuh, yang dibuat Voldemort secara tidak sengaja ketika mencoba membunuhnya 16 tahun lalu. Lalu ia memutuskan mengorbankan dirinya dengan membiarkan dirinya dibunuh Voldemort dengan Tongkat Elder, tongkat sihir yang paling kuat. Namun, karena kekuatan sihir pengorbanan ibunya juga terdapat pada Voldemort. Harry tidak mati. Justru ia masuk dunia lain dan bertemu Dumbledore, yang menjelaskan kepadanya mengenai Harry sebagai Horcrux. Harry memutuskan hidup lagi dan melawan Voldemort. Voldemort akhirnya dikalahkan oleh kutukannya yang berbalik, karena Harry-lah yang merupakan pemilik tongkat Elder sebenarnya. Ia dalam suatu waktu memiliki 3 pusaka (Relikui Kematian; Jubah gaib, Tongkat Elder, Batu Kebangkitan), namun ia memutuskan tidak menyatukannya. Karena, menurut J.K Rowling, Penakluk Kematian menerima bahwa ia pada suatu waktu harus mati, yang membuat Harry lebih kuat dibanding musuhnya.
Epilog

setelah kemenangannya, Harry bergabung dengan departemen Auror, satuan elit pemburu penyihir hitam (dapat disamakan dengan Kopassus atau Special Air Service, atau satuan polisi dan militer elit lainnya) pada umur 18 tahun di bawah bimbingan Kingsley Shacklebolt dan pada tahun 2007 diangkat menjadi pimpinan tertinggi Auror (di usia 27 tahun). Ia menikah dengan Ginny Weasley dan memiliki 3 anak. Ia, bersama Ron dan Hermione, Kingsley, dan beberapa orang lainnya mereformasi Kementerian Sihir sehingga dunia sihir menjadi "lebih cerah dan lebih damai".



James & Lily Potter

James Potter

adalah ayah dari Harry Potter dan suami dari Lily Evans. Berbeda dengan Lily, James adalah penyihir berdarah murni. James Potter dilahirkan pada tahun 1959 di Inggris.

James juga bersekolah di Hogwarts dari tahun 1970 dan lulus pada tahun 1977. Sama seperti Harry, James juga masuk asrama Gryffindor. Di Hogwarts James bersahabat dengan Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Bersama Sirius, James juga dikenal sebagai murid yang cerdas sekaligus nakal. Keduanya sering sekali terkena hukuman (atau detensi). Untuk mengatasi pemisahan tempat detensi, James dan Sirius menggunakan cermin dua arah sehingga mereka tetap bisa berkomunikasi satu sama lain meskipun terpisah. Dari ketiga sahabatnya, James lebih dekat dengan Sirius. Sirius juga merupakan pendamping James di pernikahannya dengan Lily dan hampir merupakan pemegang rahasia keluarga Potter (sebelum akhirnya dialihkan ke Peter Pettigrew untuk mengelabui Lord Voldemort).

James Potter merupakan animagus tak terdaftar. Ia mengambil bentuk rusa jantan sehingga dijuluki Prongs oleh ketiga sahabatnya. Mereka pula yang menciptakan Marauder's Map (Peta Perampok) yang dapat memperlihatkan denah Hogwarts dan sekitarnya, termasuk posisi orang-orang di dalam Hogwarts.

Pada masa pertempuran melawan Lord Voldemort dan para Pelahap Mautnya, James dan Lily tergabung dalam Orde Phoenix yang dipimpin oleh Albus Dumbledore. Keduanya diceritakan berhasil meloloskan diri dari Lord Voldemort sebanyak 3 kali.

Keluarga Potter tinggal di Godric's Hollow sampai akhirnya rumah itu dihancurkan oleh Lord Voldemort bersamaan dengan terbunuhnya James dan Lily.













Lily Potter

adalah penyihir kelahiran muggle (sebutan untuk manusia biasa tanpa bakat sihir). Walaupun demikian, Lily merupakan salah satu penyihir yang pintar dan juga menjadi murid kesayangan salah satu guru Hogwarts pada masanya, Horace Slughorn. Lily Evans merupakan adik dari Petunia Dursley (yang bernama Petunia Evans sebelum menikah dengan Vernon Dursley).

Setelah lulus dari Hogwarts, Lily menikah dengan James Potter dan melahirkan Harry James Potter. Namun Lily dan James meninggal pada tahun 1981, saat usia Harry baru berumur 1 tahun, akibat dibunuh oleh Lord Voldemort (karena petunjuk ramalan yang disebutkan di buku Harry Potter and The Order of Phoenix). Hampir setiap orang yang bertemu Harry akan melihat diri Lily di dalam dirinya karena Lily mewariskan warna matanya yang hijau ke Harry.


10 Cara Meningkatkan Prestasi di Sekolah

1. Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu. Bila gurumu menyuruhmu untuk membersihkan kelas Why Not ? terima aja toh itu baik untuk lingkungan kita. Jangan ragu untuk menerimanya, apalagi itu akan berbuah baik untukmu sendiri. Ajak beberapa teman kelas kamu untuk membersihkan kelas lalu pimpin mereka.

2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. Jawabanlah setiap pertanyaan yang diajukan oleh gurumu. Selama kamu bisa menjawabnya jawablah dengan baik dan benar. Tapi, kalau pun kamu tidak bisa itu bukan berarti kamu gagal itu berarti kamu diberitahukan untuk lebih giat lagi belajar. Jangan menunggu guru untuk memanggilmu untuk menjawab.

3. Jangan malu untuk bertanya "Malu bertanya sesat Di ZebraCross Jalan" Pepatah itu sepertinya cukup untuk menjelaskan point ini. Selalu ajukan pertanyaan yang kamu tak sanggup untuk menjawabnya.

4. Kerjakan selalu PRmu Jangan menunggu alasan untuk tidak mengerjakannya. Selalu berusaha lakukan sendiri walaupun sebenarnya lebih enak OL-an bekerja berkelompok. Lakukan tugasmu ini dengan berkelompok, ini sekaligus melatih kamu pada point pertama.

5. Setiap pulang sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi di ajarkan Setidaknya satu atau dua pelajaran. Memang setiap pulang sekolah biasanya kita males untuk mengerjakan point yang satu ini. Terkadang kita lelah saat pulang sekolah lalu langsung menjatuhkan diri ke kasur yang empuk nan-nikmat. Tapi, usahakan untuk mengulang pelajaran yang tadi di ajarkan oleh gurumu. Setidaknya ini berguna pada saat ulangan nanti pelajaran yang nanti di ajarkan mungkin saja muncul pada saat ulangan.

6. Cukup istirahat. Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

7. Banyak berlatih pada pelajaran yang kurang di sukai. Memang hal ini sering kita keluhkan. Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

8. Ikutilah kegiatan eskul yang kita sukai. Cari tahu apa yang kamu sukai dan kamu cocok untuk kamu tekuni. Contohnya seperti eskul ICT atau Tarung Derajat (Boxer) juga bisa. Cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

9. Cari seorang pembimbing yang baik dan menyenakan serta memotivasi. Orang tua adalah pembingbing yang baik selain guru. Apabila kamu tidak mengerti pelajaran yang di ajarkan gurumu di sekolah kamu bisa meminta petunjuk kepada orang tuamu. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi. Cari teman yang baik jangan yang munafik !

10. Jangan suka mencontek. Hal ini memang menjadi penyakit masyarakat Indonesia pada saat ini. Banyak koruptor dan para pemimpin yang dangkal pemikirannya akibat mencoba point yang satu ini. Biasakan untuk tidak mencontek sejak kecil karena bibit ini akan tumbuh menjadi tunas emas. Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan.

Dikutip from : http://www.sonysugemacollege.com/

Salazar Slytherin

Salazar Slytherin

dijelaskan sebagai "haus kekuasaan" oleh Topi Seleksi, dan datang dari "tanah rawa". Tanah Rawa di bagian timur Inggris adalah kawasan lahan gambut di sekitar Norfolk, Lincolnshire, Cambridgeshire dan wilayah sekitarnya. Walaupun tidak disebutkan secara tepat dari mana Slytherin datang. Slytherin merupakan seorang parselmouth, ahli sihir yang mampu berbicara dengan ular. Asramanya di Hogwarts sering digambarkan dengan ular, dengan warna hijau dan perak.

Seperti Ravenclaw dan Gryffindor, Slytherin memilih dengan hati-hati pelajar yang akan memasuki asramanya. Menurut Albus Dumbledore, mutu pelajar yang disukainya adalah kepintaran, kesungguhan tekad dan keberanian untuk tidak terlalu mengindahkan peraturan, termasuk kemampuan berbicara parseltongue. Dia juga memilih pelajar yang licik, bercita-cita tinggi dan berdarah murni.

Pembaca diberitahu tentang Slytherin oleh Profesor Binns, pengajar Sejarah Sihir, dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia. Dia memjelaskan tentang pendirian sekolah dan perpecahan antara Slytherin dan pendiri yang lain. Sekolah itu didirikan jauh dari para Muggle karena ketika itu manusia biasa takut akan penyihir, dan menyiksa mereka. Dia kemudian menyatakan bahwa Slytherin berharap murid yang boleh masuk ke Hogwarts (ketika itu belum terbagi menjadi asrama; seperti yang dikatakan Topi Seleksi dalam Harry Potter dan Piala Api dan Harry Potter dan Orde Phoenix, Slytherin menggunakan darah murni sebagai kunci pemilihan murid dari awal berdirinya Sekolah itu) — dia menginginkan pengajaran sihir hanya untuk keluarga sihir saja. Dia percaya bahwa kelahiran Muggle tidak boleh dipercayai dan dia tidak mau mengajar murid dari kalangan Muggle.

Menurut legenda kuno, Slytherin membuat sebuah Kamar Rahasia di Hogwarts yang merupakan rumah bagi makhluk ajaib Basilisk. Basilisk merupakan ular yang diyakini oleh Slytherin mampu diatur oleh keturunannya yang dapat berbicara parselmouth. Slytherin sengaja meninggalkan ular tersebut untuk membasmi semua kelahiran Muggle di sekolah sihir Hogwarts. Ini dilakukannya selepas pertengkaran antara empat pendiri sekolah terjadi (dijelaskan oleh Topi Seleksi dalam Harry Potter dan Orde Phoenix) dan menyebabkan Slytherin pergi dari Hogwarts. Keturunan Slytherin terakhir yang diketahui, Tom Marvolo Riddle, menemukan Kamar Rahasia tersebut dan melepaskan Basilisk yang kemudian menyebabkan kematian seorang murid (Myrtle Merana). Penemuan ruangan tersebut oleh Harry Potter membuktikan adanya Kamar Rahasia tersebut.

Slytherin memiliki sebuah locket yang dihiasi huruf "S", yang menjadi warisan peninggalan yang dimiliki keturunannya yang terakhir, Keluarga Gaunts. Locket tersebut dijual kepada Caractacus Burke oleh Merope Gaunt, kemudian dibeli oleh Hepzibah Smith, dan dicuri Voldemort. Voldemort mengubah loket tersebut menjadi Horcrux lalu menyembunyikannya ke dalam gua yang pernah disinggahinya ketika ia muda. Locket tersebut kemudian dicuri oleh Regulus Black. Regulus Black, dengan bantuan peri rumah Kreacher, mengambil locket tersebut. Kemudian Kreacher diperintahkan pulang ke rumah kediaman Black di London dan menyembunyikan locket tersebut. Locket tersebut kemudian dicuri oleh Mundungus Fletcher, hingga kemudian dijual dan jatuh ke tangan seorang penyihir Kementerian Sihir yaitu Dolores Umbridge, yang kemudian mengklaim locket tersebut sebagai warisan keluarganya. Locket tersebut kemudian diambil oleh Harry Potter, dan kemudian dimusnahkan oleh Ron Weasley dengan pedang perak kepunyaan Godric Gryffindor. Tindakan ini dilakukan untuk memusnahkan jiwa Voldemort yang berada di dalam locket tersebut.




Helga Hufflepuff

Helga Hufflepuff

adalah salah satu dari empat pendiri Hogwarts, dan mendirikan asrama Hufflepuff di cerita serial Harry Potter. Dia lahir dari sebuah desa yang luas (kemungkinan di Wales). Dia merupakan orang yang loyal, jujur, fairplay, dan pekerja keras. Murid-murid yang berada di asrama Hufflepuff setidaknya menunjukkan salah satu sifat dari seorang Helga Hufflepuff. Almarhum Cedric Diggory yang merupakan salah satu kontestan Piala Triwizard, memiliki keempat sifat dari Helga.

Dia biasanya dipanggil “Good Hufflepuff” or "Sweet Hufflepuff" oleh Topi Seleksi. Sepertinya hampir tidak ada syarat besar untuk masuk ke asrama Hufflepuff, meski pernah dikatakan di tahun ke 5 pernah dinyatakan bahwa dia memilih orang yang masuk asrama Hufflepuff adalah pekerja keras. Dan juga ia pernah berkata "Pekerja keras pasti akan mendapatkan hasil dan pengakuan yang setimpal sesuai dengan kerja kerasnya. Menurut Topi Seleksi, dia juga pernah menyatakan bahwa semua ia ajari dengan hal yang sama, dengan kerja keras, kerjasama, dan kemampuan terbaik. Ini membedakan dia dari Pendiri Hogwarts lainnya, karena dirinya adalah seorang egalitarian.

Salah satu barang peninggalan Hufflepuff, sebuah piala emas kecil, telah diwariskan ke keturunannya, Hepzibah Smith. "Miss Hepzibah" mengatakan piala tersebut memiliki banyak kekuatan ajaib, dan masih banyak yang belum ia coba.[HP6] Piala tersebut jatuh ke tangan Lord Voldemort, yang merubahnya menjadi sebuah Horcrux. piala tersebut dihancurkan oleh Hermione Granger dengan taring basilisk yang ia dan Ron Weasley dapatkan dari kamar rahasia.

Hufflepuff dan asramanya dilambangkan oleh musang hitam di latar berwarna kuning.


Rowena Ravenclaw

Rowena Ravenclaw

adalah seorang penyihir yang memiliki kepandaian dan kreatif. Topi Seleksi menggambarkannya sebagai “Fair Ravenclaw” memberi kemungkinan dia berasal dari Skotlandia atau Irlandia.

Ravenclaw merancang denah lantai yang berubah dan tangga yang bergerak di Kastil Hogwarts. Ayah Luna Lovegood, Xenophilius, menggambarkan bahwa dia "cantik". hal ini yang mungkin mendasari bahwa di sepanjang cerita, mayoritas siswi-siswi penghuni asrama ini dapat dikatakan cantik dan menarik, seperti Cho Chang, Luna Lovegood, Padma Patil, dan sebagainya.

Ravenclaw digambarkan Topi Seleksi menyeleksi murid-murid menurut kebijaksanaan dan kecerdasan. sehingga anggotanya pintar, memiliki kebijaksanaan yang tajam, kreativitas, dan kepandaian untuk kepentingan sendiri, dan dengan demikian, daripada meminta untuk mendapatkan sandi dari anggotanya untuk sampai ke asrama, sebuah pengetuk elang perunggu meminta mereka menjawab pertanyaan yang, jika menjawab salah, siswa dipaksa untuk menunggu sampai yang lain bisa menjawab pertanyaan dengan benar, memungkinkan siswa gagal untuk belajar. Contoh ini hanya dikenal ditemukan dalam buku ketujuh, di mana elang akan menanyai Luna Lovegood dan Harry Potter: "Yang mana yang muncul lebih dulu, phoenix atau api?" yang Luna jawab, "lingkaran yang tidak memiliki awal." Dalam pasal yang sama, Profesor Minerva McGonagall bertanya: "Kemanakah barang-barang yang hilang pergi?" yang profesor jawab, "Ke tidak ada, yang berarti, segalanya. Ravenclaw dan dia asramanya yang dilambangkan oleh elang perunggu pada latar biru. Dalam film adaptasi, elang perunggu diubah ke gagak perak.

Akhir dalam hidupnya, Rowena, menderita penyakit yang parah, ia mengirim seseorang yang menjadi Bloody Baron di masa depan untuk menemukan Helena Ravenclaw sehingga ia bisa melihatnya terakhir kali sebelum dia meninggal. Namun, Helena menolak untuk pergi dengan Baron, dan yang terakhir membunuh Helena karena marah, dan kemudian baron bunuh diri.

Kutipan terkenalnya adalah "kepintaran yang luar biasa adalah harta yang paling berharga", frasa yang terukir pada peninggalannya, mahkota, dan terus-menerus dikutip oleh keluarga Lovegood.


Godric Gryffindor


Godric Gryffindor

adalah pendiri asrama Gryffindor dalam cerita serial Harry Potter, dimana ia bersama 3 rekannya yang lain mendirikan sekolah sihir Hogwarts. Peninggalan Gryffindor adalah pedang berhiaskan rubi yang dibuat oleh goblin dan Topi Seleksi. Kedua benda ini memiliki keunikan tersendiri, dimana bila seseorang yang bersifat seperti Gryffindor memerlukannya, pedang akan keluar dari topi. Pedang ini digunakan oleh Harry Potter untuk membunuh basilisk di Harry Potter dan Kamar Rahasia serta oleh Neville untuk membunuh Nagini (ular sekaligus Horcrux Voldemort) di tahun ke-7.

Gryffindor dikatakan memiliki keberanian yang terpuji, kebulatan tekad dan kekuatan hati di atas semua kualitas. Oleh karena itu, ia memilih siswa untuk asramanya berdasarkan dari keberaniannya. Ia juga mendukung agar Hogwarts menerima penyihir kelahiran Muggle.

Gryffindor dan asramanya ditandakan dengan seekor Singa Emas dengan latar belakang merah. Pada awalnya ia merupakan sahabat baik Salazar Slytherin, tetapi persahabatan itu terputus, walaupun belum pernah dinyatakan, tetapi bisa jadi perbedaan pandangan terhadap penyihir kelahiran Muggle yang menjadi alasan mereka berpisah.

Teori umum dikalangan penggemar Harry Potter adalah baik Harry Potter ataupun Albus Dumbledore bisa jadi keturunan Gryffindor, dimana keduanya berasal dari asrama Gryffindor dan dipasang sebagai musuh alami Voldemort, keturunan Slytherin; akan tetapi, tidak ada satu bukupun yang menjelaskan hal tersebut.